Melihat kembali suasana sekolah, menjadi hari-hari yang dirindukan oleh seluruh peserta didik dan para guru. Berinteraksi dengan teman sejawat, berinteraksi dengan bapak dan ibu guru menjadi harapan hampir seluruh peserta didik di penjuru negeri, termasuk di Kota Probolinggo. Mereka sudah terlalu lama menikmati suasana belajar dari rumah secara daring karena kondisi pandemi yang masih belum terkendali pada saat itu.

            Seiring dengan semakin terkendali dan membaiknya wabah pandemic cpvid-19 di beberapa Kota/Kab di Propinsi Jawa Timur, maka menjadi suatu hal yang selayaknya juga dapat dilakukan dengan adanya aturan pelonggaran di dunia pendidikan. Kota/Kab yang berada di level 3, 2, dan 1 bisa melaksanakan pembelajaran secara luring dengan kapasitas peserta didik terbatas. Level 3 maksimal 25% luring, level 2 dan level 1 maksimal bisa 100% luring. Tentunya pembelajaran dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sebelum dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), sekolah harus benar-benar memastikan terhadap beberapa hal penting berikut ini:

  1. Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di tingkat sekolah
  2. Fasilitas pendukung cuci tangan pakai sabun (CTPS), antara lain ketersediaan sarana air bersih, tempat cuci/washtafel, kamar mandi/toilet, sabun cuci tangan, hand sanitizer, dan tissue
  3. Kesepakatan kerjasama terhadap penanganan covid-19 dengan pihak terkait, yaitu Puskesmas, Rumah Sakit, Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan, orang tua dan komite sekolah.
  4. Pemetaan terhadap kondisi kesehatan seluruh warga sekolah, baik pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik.
  5. Menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP)  pencegahan covid-19 di satuan pendidikan
  6. Melaksanakan pembelajaran sesuai aturan yang sudah ditentukan, pengaturan jadwal pembelajaran antar sesi yang tidak memungkinkan terjadi kerumunan, tanpa istirahat, dan masimal belajar 2,5 jam. 
  7. Surat pernyataan orang tua yang menyatakan setuju putra/putrinya belajar secara luring di sekolah.
  8. Pemantauan kebersihan seluruh lingkungan tempat belajar, dilakukan penyemprotan desinfektan secara teratur setelah ruangan digunakan.

Upaya yang dilakukan sekolah tersebut, tentunya tidak terlepas dari upaya memberikan layanan terbaik, untuk membangun dan meningkatkan kepercayaan masyarakat (Trust Build Public).  Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMP Negeri 1 Probolinggo dimulai pada hari Senin tanggal 13 September 2021. Peserta didik kelas 7, 8, dan 9 masuk sekolah/melaksanakan pembelajaran luring secara bergiliran selama 2 hari setiap tingkat dalam 1 pekan. Pembelajaran dipadu dengan pembelajaran daring, karena belum memungkinkan dilaksanakan untuk luring terhadap seluruh tingkat (=disebut dengan istilah blended learning).   

PTMT tersebut, meskipun hanya dilakukan secara terbatas, tetapi penting sebagai sarana belajar yang lebih efektif setelah sekian bulan peserta didik hanya belajar secara daring. Sehingga ketakutan akan terjadinya loss learning atau loss generation akan bisa teratasi,InsyaAlloh. Dengan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan, tetap rajin mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, wabah covid-19 tersebut semoga bisa terus dikendalikan. Berikut rutinitas yang dilakukan di SMP Negeri 1 Probolinggo, selama uji coba PTMT;

Cek suhu
Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir
Memberi salam dan jaga jarak
Apel pagi dengan protokol kesehatan
Suasana belajar di kelas, disiplin prokes

Suasana belajar di kelas, disiplin prokes
Rutin dilakukan pengecekan kebersihan lingkungan
Penyemprotan disinfektan secara rutin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *